Welcome to my site :-)
Jangan lupakan semua berkah yang telah engkau terima
Sungguh... Tuhan tak pernah tingalkan dirimu
dodix-zone. Diberdayakan oleh Blogger.
Home My Facebook My Twitter My Blog On Campus My Google+ Profile

29 Juni 2011

Diposting oleh dodix-zone

Belajar memang menjadi prioritas sebagian besar orang. Saat masih kecil, kita mungkin tak pernah berfikir sedetail apa kita menjadi kelak. Kita dimasukkan taman kanak-kanak oleh orang tua kita, lalu beranjak ke sekolah dasar,lalu SMP,SMA lalu masuk perguruan tinggi,dapat pekerjaan, diteruskan dengan bertemu jodoh, lalu menikah, punya momongan, menjadi tua, lalu berakhir pada kematian. Mungkin sebagian orang yang cerdik akan menjawab seperti itu. Pertanyaannya semudah itukah hidup?


Lalu, apakah semua menyadari semua hanya siklus kehidupan. Saat aku bertanya pada seorang kawan beberapa waktu ini, "apakah yang kamu pikir tentang esok?" ia terdiam sejenak lalu menjawab "apa kata besoklah" yah, jawaban yang terkesan pasrah dan mengandalkan keajaiban menurutku.bukankah untuk mencapai sesuatu maksud kita perlu usaha? Sebagai contoh saat kita jatuh cinta tentu kita berusaha untuk PDKT ke doi,sebelumnya perlu mikir juga kan langkah yang tepat untuk memulai perkanalan, and cara yang membuat doi dekat dengan kita. Bagaimana dengan hidup?apakah kita juga perlu berfikir?Bagiku semua yang terencana itu lebih baik, walaupun terkesan melelahkan saat memulainya tapi seiring waktu berjalan semua akan terasa ringan dan melegakan.

Dulu aku orang yang sangat temperamental, emosi selalu menguasaiku lebih lebih dari akal. Semenjak kejadian november 2008 silam , aku mulai benar-benar mengurung diri. Penyesalan,kecewa,kesedihan, serta rasa kehilangan yang sangat mendalam selalu menjadi temanku. Perlahan, aku mulai berfikir apakah aku akan selalu jadi sperti ini? apakah hanya ini yang bisa aku perbuat?menyalahkan diri sendiri saat sendiri,lalu melemparkan kesalahan pada orang orang yang meninggalkanku.

Aku mulai bangkit dan mencari kebenaran tentang hidup. Menyibukkan diri, dan memulai membuat rencana untuk hidupku. Dengan teknologi yang sekarang sudah canggih,aku mulai mencari guru untuk hidupku belajar dari para master motivator, filsuf, komunikator dn tentunya pengalaman. Terus berfikir, merencanakan sesuatu yang spektakuler aku jadi lupa untuk bertindak. Dari situlah aku mulai tersadar dan membangun kehidupanku dengan akal dan emosi yang seimbang. Dan dari situ aku berpendapat sama tentang pepatah "berfikir tanpa bertindak adalah sia-sia , dan bertindak tanpa berfikir adalah sesat"

Oke teman, dari sedikit cerita kehidupan itu dapat diambil banyak sekali manfaat yang dapat ditarik kesimpulan bahwa "hidup itu harus seimbang" bagaimanapun caranya dan yakinlah ilmu hidup itu tak hanya apa yang kita ketahui sekarang, semakin sering kita jatuh berarti semakin kita menjadi bijak

, | edit post

0 komentar:

Posting Komentar

Label

SMS ONLINE GRATIS